Rekomedasi Kuliner di Kota Malang yang Patut Dicoba

Kuliner di Kota Malang ada banyak sekali pilihan, namun kami merekomendasikan beberapa kuliner yang sudah terkenal dan melegenda, dengan catatan semua kuliner ini memiliki akses yang mudah dijangkau untuk wisatawan.

  1. Soto dan Rawon Rampal

Tempat makan yang sudah berdiri sejak tahun 1957 ini kami posisikan di nomor awal rekomendasi kami, soto dan rawon yang masih menggunakan kayu bakar dalam proses memasaknya ini tergolong sulit untuk menemukannya walaupun berada di kota. Tidak adanya papan nama yang di pajang serta tempatnya yang sedikit masuk kedalam membuatnya sering terlewat bagi orang yang sedang mencarinya. Warung yang buka mulai pagi sampai pukul  14.00 ini Dinamakan warung soto Rampal karena berada di perempatan lapangan Rampal, sebuah kompleks militer di Kota Malang. Para petinggi negara yang sedang mengunjungi Malang sering berkunjung ke tempat makan ini, bahkan bapak Soesilo Bambang Yudhoyono bisa dikatakan selalu makan di tempat ini jika ke Malang.

  1. Soto Lombok

Ada banyak Soto Lombok di Kota Malang, karena memang soto membuka banyak cabang yang konon katanya semuanya masih memiliki ikatan saudara. Kami merekomendasikan untuk datang langsung ke tempat asal mula tempat makan ini yaitu di Jalan Lombok, sama seperti namanya sebenarnya masakan ini buka soto yang diberi lombok (cabai) atau soto yang sedap, Soto Lombok diambil dari nama awal mula pertama kali warung ini berdiri, tempat ini buka mulai pukul 08.00 sampai malam.

  1. Tahu Telor Lonceng

Bagi yang belum tahu tahu telor, tahu telor adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar tahu yang digoreng bareng dengan telur dan diberi siraman bumbu kacang seperti rujak cingur tapi tidak menggunakan petis. Dinamakan Tahu Telor Lonceng karena lokasinya berada di Kotalama gang Lonceng, bila anda dari kampung Tridi atau kampung Warna, anda hanya ambil jalan lurus saja sampai melewati belokan ke Jl Kyai Tamin, warung ini ada di sebelah kanan jalan, warung ini hanya buka mulai siang sampai jam 10 malam, tapi kami sarankan untuk makan di tempat ini pada malam hari karena jika siang jalur ini merupakan jalur provinsi yang macet.

  1. Sego Bok (Nasi Buk)

Makanan ini boleh dikatakan makanan khas Malang, nama “sego Bok” berawal dari perantauan orang Madura yang datang ke Malang di sekitar KotaLama puluhan tahun yang lalu, nama “bok” merujuk pada panggilan ibu-ibu dalam bahasa Madura. Walaupun Sego Bok identik dengan Madura, tapi makanan ini malah tidak bisa dijumpai di Madura. Penjual yang dari perantauan Madura ini membuat masakan yang kebetulan cocok dengan lidah orang Malang. Sego buk terdiri dari nasi yang dimakan dengan Tewel (nangka muda) Bung (bambu muda) disertai dengan parutan kelapa yang digoreng kering dengan rempah, serta sambal, untuk lauknya pengunjung bisa memilih, tapi kebanyakan adalah mendol (tempe yang dihaluskan dan diberi bumbu), dadar jagung, paru, atau babat. Ada banyak sekali penjual nasi Buk di Kota Malang, dari segi rasa dan sejarah kami merekomendasikan Nasi Buk Gang madiun yang ada di Kotalama – Malang, tapi karena jalan yang mungkin sulit dicari bagi orang luar Malang, kami rasa nasi Buk yang ada di Stasiun Kota Baru juga sudah cukup mewakili karena penjualnya juga masih keturunan dari nasi buk yang di Kotalama.

 

  1. Nasi Pecel kuah Rawon

Pecel sebenarnya identik dengan menu sarapan bagi warga Malang, tapi kami lebih merekomendasikan warung pecel ini yang buka mulai malam. Warung yang sangat terkenal sekali di Kota Malang ini awalnya baru buka diatas jam 21.00 tapi sekarang sudah buka mulai pukul 19.00 untuk menemukan warung ini tidaklah sulit, dari arah alun alun kota Malang menuju ke Sukun, warung ini terletak disebelah kanan jalan sebelum Jembatan Kasin. Warung ini tidak terlalu besar sehingga daya tampungnya terbatas, tapi bagi wisatawan yang sekiranya hanya sekadar ingin makan dan tidak ingin berlama-lama di tempat karena besok masih ada program wisata lain, tempat ini patut untuk dicoba. Sama seperti namanya, menu utamanya adalah pecel, selain itu juga menjual rawon, tapi karena awalnya ada yang meminta menu pecel yang disiram kuah rawon sehingga pengunjung lain ikut mencoba dan semakin populer, tapi siraman kuah rawon tersebut juga sesuai pesanan tamu, bagi yang tidak berminat juga bisa minta hanya untuk pecel saja.

mungkin cukup itu dulu rekomendasi kami tentang kuliner yang rasanya, hmmm bisa dicoba langsung saja lah ya. Nah mungkin bagi pembaca tentu bertanya kenapa tidak memasukkan bakso dalam daftar rekomendasi kuliner di Kota malang? Nanti kami akanmembuat secara khusus artikel tentang bakso yang kami rekomendasikan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>